Moka Logo
7 Hal Yang Wajib Anda Siapkan untuk Membuka Toko Kelontong Sendiri

Tips Bisnis

7 Hal Yang Wajib Anda Siapkan untuk Membuka Toko Kelontong Sendiri

7 min
SaminaSamina

7 Hal Yang Wajib Anda Siapkan untuk Membuka Toko Kelontong Sendiri – Jika mendengar kata “toko kelontong”, Anda pasti akan segera mengaitkannya dengan kebutuhan sehari-hari. Hampir semua orang pasti pernah melakukan transaksi di toko kelontong.

Mulai dari membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari sampai hanya sekedar membeli camilan saja. Toko kelontong kerap Andatemui di lingkungan tempat tinggal Anda.

Toko kelontong, atau yang sering dikenal dengan warung sembako, telah menjadi bagian dari aktifitas masyarakat Indonesia sejak dari dahulu kala.

Download E-book: Program Loyalitas dan Dampaknya Terhadap Pelanggan dan Bisnis

Meskipun kini sudah banyak minimarket atau supermarket yang tersebar di beberapa tempat, namun toko kelontong atau warung sembako masih tetap bertahan di tengah persaingan tersebut.

Toko kelontong memiliki target marketnya sendiri yang membuatnya mampu bersaing dengan toko sembako modern lainnya.

Kata ‘kelontong’ sendiri terinspirasi dari salah satu alat bunyi-bunyian yang sering digunakan oleh penjual keliling Tionghoa pada saat mereka berjualan.

Tujuan mereka memainkan alat tersebut untuk memberikan tanda bahwa mereka sedang berjualan. Alat ini berbentuk seperti sebuah tambur yang memiliki tongkat untuk dipegang dan dua biji bulat kecil yang diikat oleh tali pendek.

Pada saat dimainkan, bunyi yang dihasilkan mirip seperti kata ‘kelontong’. Sejak itu, orang-orang sering menamai toko kecil yang penuh dengan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat ini dengan sebutan toko kelontong.

Dengan banyaknya pebisnis yang ramai-ramai memulai bisnis toko kelontong, bisa diartikan bahwa kompetisi dan persaingan semakin ketat.

Seiring perkembangan dunia bisnis retail dan dengan hadirnya jaringan retail waralaba, tentunya telah menambah kompetisi yang lebih kuat bagi para pemilik bisnis ini.

Namun, masih banyak pengusaha toko kelontong yang bisa bertahan di tengah iklim bisnis yang penuh dengan kompetitor yang kuat.

Toko kelontong memiliki daya tarik yang sukses membawa pelanggan-pelanggan setia, mulai dari harga yang relatif murah, sampai ke hal-hal kecil seperti interaksi antar warga yang terjadi di warung sembako dan belum tentu Anda bisa temui di minimarket atau supermarket.

Hal inilah yang menjadikan toko kelontong atau warung sembako tetap melekat di hati para pelanggannya.

Jarang yang mengetahui bahwa penghasilan dari pengusaha toko kelontong sendiri cukup menggiurkan. Dalam sehari, para pengusaha toko kelontong dapat menghasilkan omset sekitar 1-3 juta.

Dalam satu bulan mereka dapat menghasilkan keuntungan hingga puluhan juta. Sungguh menggiurkan, bukan?

Namun jangan salah, untuk memiliki penghasilan seperti ini para pengusaha toko kelontong harus mempersiapkan beberapa hal untuk memulai bisnis mereka. Apa sajakah yang harus disediakan sebelum memulai usaha ini?

Simak 7 hal yang patut Anda persiapkan untuk memulai bisnis toko kelontong berikut ini!

7 Hal Yang Wajib Anda Siapkan untuk Membuka Toko Kelontong Sendiri

1. Territory is the Key

warung sembako-1

Territory yang dimaksud disini adalah letak dari toko kelontong Anda nantinya. Ini adalah salah satu hal dasar yang sangat penting untuk diperhatikan.

Letak toko ini sebagai penentu awal kesuksesan bisnis kelontong Anda nantinya. Pilihlah area yang padat penduduk. Membuka toko kelontong di lokasi yang padat penduduk membawa keuntungan menuju toko kelontong Anda.

Padatnya masyarakat di daerah tersebut membuat permintaan serta kebutuhan pun juga meningkat sehingga Anda akan mendapatkan pelanggan yang cukup banyak. Jika Anda membuka warung sembako di tempat yang banyak penduduknya, sudah bisa dipastikan toko Anda akan ramai pembeli.

Daerah perumahan juga merupakan salah satu tempat yang cukup strategis. Biasanya, di daerah perumahan banyak juga para penduduk yang membutuhkan keperluan rumah tangga yang bisa Anda sediakan.

Di saat toko swalayan atau market waralaba posisinya jauh dari daerah perumahan warga, ini bisa menjadi peluang bagi Anda untuk membuka toko kelontong di daerah perumahan serta membuat akses belanja bagi para penduduk semakin dekat dan mudah.

Selain itu, suasana keakraban adalah salah satu daya tarik dari setiap toko kelontong. Dengan membuka toko kelontong di area perumahan, para pembeli dapat menyebarkan informasi tentang toko Anda ke tetangga-tetangga mereka dan pasti bisa membawa lebih banyak pembeli.

Membuka toko kelontong dekat dengan tempat-tempat umum bisa juga menjadi kesempatan bagi warung Anda untuk mendapatkan perhatian dari para pengunjung tempat tersebut.

Mulai dari taman warga, area stasiun atau halte, sampai destinasi-destinasi wisata bisa menjadi tempat untuk membangun warung sembako. Banyaknya pengunjung di tempat tersebut membuat kebutuhan juga semakin meningkat sehingga toko kelontong Anda menjadi salah satu tempat yang bisa memenuhi hal tersebut.

Contoh sederhanya jika ada pengunjung yang kehausan, mereka bisa membeli minuman dari toko kelontong Anda. Intinya, pilihlah tempat yang strategis, di mana tempat itu memiliki traffic pengunjung yang akan membeli produk-produk yang Anda juga jual.



2. Riset Demand dari Calon Pembeli

riset bisnis

Setelah memutuskan letak toko kelontong, Anda bisa melakukan riset mengenai demand atau kebutuhan dari potential customer yang berada di sekitar toko kelontong.

Ada baiknya Anda mengetahui barang apa saja yang mereka butuhkan, supaya Anda dapat menyediakan barang-barang tersebut untuk mereka beli. Setiap tempat bisa saja memiliki demand yang berbeda.

Tidak perlu bingung untuk memikirkan cara-cara untuk mengetahui demand dari calon-calon konsumen di sekitar area penjualan.

Yang perlu Anda ketahui adalah jenis-jenis orang yang berada di sekitar toko kelontong. Contohnya, di daerah masyarakat atau perumahan yang penuh dengan IRT (Ibu Rumah Tangga), mereka biasanya membutuhkan barang-barang untuk pekerjaan rumah tangga seperti alat-alat pembersih.

Katakanlah, sapu dan sponge, atau pelengkap masakan di rumah: garam, merica bubuk, penyedap rasa, dan barang barang lain yang dibutuhkan seorang ibu rumah tangga.

Beda halnya jika Anda menjual barang-barang tersebut di area rekreasi atau taman yang tidak sesuai dengan kebutuhan target calon pembeli. Tidak akan ada pengunjung area rekreasi yang membutuhkan bumbu masakan atau alat pembersih di saat mereka beraktivitas di sana.

Anda bisa mengetahui jenis potential buyer Anda dengan menanyakannya kepada masyarakat atau orang-orang yang berada di sekitar area tersebut.

Menginvestasikan waktu dan tenaga untuk melakukan riset publik yang sederhana akan sangat berguna untuk memberikan informasi mengenai produk-produk apa saja yang bisa Anda jual kepada orang-orang di sekitar area toko.

Selain mengetahui demand barang, Anda juga harus mengetahui demand harga dari para pembeli. Para pakar neuroeconomic mengkategorikan tiga jenis pembeli, yaitu pembeli yang hemat (tightwads), pembeli yang royal (spendthrifts), dan pembeli yang biasa saja (average spenders, antara tightwads dan spendthrifts).

Dengan mengetahui mayoritas dari calom pembeli, Anda sudah bisa menentukan harga jual di tempat tersebut.


3. Pikirkan Jenis Produk yang akan Dijual

Omset toko kelontong

Setelah mempersiapkan tempat dan mengetahui calon-calon customer anda, persiapan produk-produk yang akan dijual sangatlah penting, karena produk-produk tersebutlah yang akan Anda jual dan akan membawa income bagi warung sembako Anda.

Ada beberapa hal yang harus dipikirkan untuk memutuskan barang-barang yang Anda akan jual di toko nanti.

Pertama, Anda harus memilih barang yang selalu dibutuhkan oleh calon pembeli Anda. Contohnya, jika Anda berjualan di area taman rekreasi, sediakan produk-produk yang selalu dibutuhkan oleh para pengunjung seperti snack dan minuman dingin.

Ini akan menciptakan siklus penjualan yang konstan karena Anda menjual barang-barang yang selalu dibutuhkan oleh para pembeli.

Selain itu, ada baiknya jika Anda menyediakan sesuatu yang sedang trending, yaitu produk-produk yang sedang terkenal dan sesuai dengan demand produk dari pembeli.

Sebagai contoh, akan menguntungkan jika Anda menjual bumbu masakan A karena bumbu tersebut banyak dibicarakan banyak orang.

Rajin mengikuti tren yang ada di media sosial akan membantu Anda untuk mengetahui barang-barang viral yang berpotensi untuk Anda jual di tolo kelontong. Pembeli akan merasa penasaran dengan barang yang sedang dibicarakan banyak orang sehingga hal ini juga bisa membawa keuntungan bagi Anda.

Selain itu, sangat penting untuk memberikan keragaman dalam produk-produk yang Anda jual. Jika Anda hanya menjual satu atau dua jenis produk, orang-orang akan merasa bosan untuk berbelanja di toko kelontong Anda.

Jika Anda memiliki barang-brang yang beragam, Anda akan membuka peluang untuk para pelanggan membeli lebih banyak barang yang mereka butuhkan.

Buatlah toko kelontong Anda menjadi toko yang bisa diandalkan para pembeli setiap kali mereka membutuhkan sesuatu. Jika Anda masih bingung dengan produk apa saja yang ingin Anda jual, Andabisa menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini kepada diri anda:

a. Apakah Anda akan membeli dan menggunakan produk ini?
b. Apakah Anda akan senang jika melihat produk ini di toko kelontong lainnya?
c. Apakah Anda ingin menjual produk ini ke orang-orang yang dekat dengan anda?
d. Apakah barang ini dibutuhkan orang-orang sekarang?
e. Apakah Anda bisa membayangkan diri Anda menjual barang ini dalam beberapa tahun ke depan


4. Siapkan Daftar Supplier

mencari supplier sayur dan buah yang tepat

Setelah mendapatkan ide mengenai barang-barang yang ingin Anda jual di toko kelontong, Anda sudah dapat mencari supplier-supplier atau vendor-vendor produk yang akan dijual.

Ini mungkin akan menjadi salah satu tugas yang tidak mudah karena banyaknya pilihan supplier untuk satu produk sendiri.

Namun, Anda harus tetap fokus untuk memilih satu supplier yang memenuhi kriteria. Contohnya, supplier A memiliki jenis beras yang Anda inginkan namun harganya mahal, sedangkan supplier B tidak memiliki jenis beras yang Anda inginkan namun harganya sangat murah.

Di sinilah semua hasil riset yang Anda telah lakukan terhadap calon pembeli akan sangat berguna. Jika pembeli Anda lebih memilih untuk membeli jenis beras tanpa memperdulikan harga, ada baiknya Anda memilih supplier A.

Jika pembeli lebih memilih beras yang murah tanpa memperdulikan jenis beras yang mereka beli, ada baiknya Anda membeli stok produk dari supplier B.


5. Analisis Para Kompetitor

analisis kompetitor

Selain memperhatikan toko kelontong yang Anda jalankan, mengerti pergerakan dari kompetitor-kompetitor juga merupakan satu hal yang penting.

Analisa ini sangat berguna bagi keberlangsungan toko kelontong Anda di masa depan nanti. Dengan menganalisa para kompetitor, Anda bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan dari setiap “lawan”.

Anda bisa tahu apa yang bisa dikembangkan untuk bersaing dengan kompetitor Anda dan mengambil celah dari kekurangan mereka supaya toko kelontong Anda bisa menjadi yang terdepan di kelasnya.

Sebagai contoh, setelah Anda menganalisa toko X, Anda melihat bahwa mereka mempunyai pelanggan yang banyak karena memiliki product selection yang lebih murah, namun  mereka hanya buka dari Senin sampai Kamis saja.

Dengan melihat ini, Anda dapat mengembangkan ide-ide cemerlang yang lebih menarik dibandingkan dengan ide toko X yang tentunya juga dapat mendatangkan lebih banyak pembeli.

Selain melihat kesempatan untuk membuat gebrakan baru untuk toko kelontong, analisa kompetitor juga berguna untuk menghindari keputusan atau aksi yang dapat menurunkan potensi penjualan.

Dari analisa bahwa toko X hanya dibuka pada Senin sampai Kamis, Anda bisa menyimpulkan bahwa Anda bisa mengambil kesempatan di hari tersebut di mana toko X justru tidak berjualan.  Atau Anda juga bisa mengikuti hal sama yang dilakukan oleh toko X.


6. Persiapkan Berkas-Berkas Penting

mempersiapkan dokumen perjanjian bisnis

Layaknya bisnis-bisnis pada umumnya, mempersiapkan berkas-berkas sangatlah penting.  Hal ini mencegah Anda dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti ancaman pidana.

Hal yang normal untuk disiapkan setiap pengusaha yang menjalankan usaha perseorangan yang dijalankan oleh mereka sendiri adalah Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), sejalan dengan UU nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Jika Anda tidak memiliki SIUP, Andabisa dipidana selama 4 tahun atau harus membayar 10 milyar rupiah. Pasti Andatidak mau kedua hal ini terjadi terhadap usaha toko kelontong Anda.

Beberapa berkas juga penting untuk Anda siapkan sebelum membangun bisnis warung sembako, seperti Perjanjian Sewa Menyewa, Izin Mendirikan Bangunan, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).


7. Great Service = Loyal Buyers

customer relationship management - cafe

Coba Anda bertanya kepada diri Anda sendiri, apakah Anda ingin berbelanja kembali ke suatu tempat dimana Anda diperlakukan dengan tidak baik?

Tentu saja tidak, bukan? Mungkin beberapa orang menganggap remeh soal hal kecil seperti tata krama yang baik dalam menyambut pembeli dan gesture kecil lainnya.

Namun, hal-hal kecil seperti ini dapat mempengaruhi perkembangan warung Anda. Jika Anda menempatkan diri Anda sebagai pembeli dan Anda  menerima pelayanan yang tidak memuaskan, kemungkinan besar Anda tidak mau kembali ke tempat yang sama dan lebih memilih untuk berbelanja di tempat lain.

Itulah sebabnya, service atau pelayanan angatlah penting untuk menciptakan reputasi yang baik bagi toko kelontong Anda. Tentunya juga dapat menambah potential customers untuk berbelanja di tempat Anda.

Anda bisa memikirkan hal-hal kecil yang bisa Anda lakukan untuk membuat pelanggan merasa nyaman ketika datang ke toko kelontong Anda.

Mengaplikasikan 5S (Senyum Salam Sapa Sopan Santun) setiap kali Anda menyapa pembeli, selalu menyiapkan uang kembalian, sampai mengucapkan terima kasih dengan memberikan senyuman yang tulus akan sangat berpengaruh terhadap kepuasan dari pembeli.

Seringkali pemilik toko kelontong lupa mengaplikasikan beberapa hal yang telah didiskusikan sebelumnya. Namun, jika Anda mempersiapkan dan melakukan 7 hal ini, toko kelontong Anda akan menjadi toko yang sukses. Untuk mengetahui cara mendekorasi toko kelontong supaya terlihat menarik, Anda bisa mencari tahunya di sini.

Social Media Share :
Samina

Samina

Penulis di Blog Moka.