Moka Logo
Katalog Online (E-Catalogue): Pengertian dan Keuntungannya bagi Bisnis

E-Book

Katalog Online (E-Catalogue): Pengertian dan Keuntungannya bagi Bisnis

8 min
YovitaYovita

Katalog memiliki peran penting dalam mempromosikan produk yang dijual bisnis Anda. Namun, di era internet ini, katalog sudah seharusnya tampil secara online untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Nah, katalog online (e-catalogue) bisa jadi senjata utama untuk menarik minat pelanggan terhadap barang yang Anda jual. Mari kenali apa itu katalog online (e-catalogue) agar bisnis Anda berkembang makin pesat!

Baca juga: 5 Tips Mudah Memulai Bisnis Makanan Online untuk Pemula


Mengenal Apa Itu Katalog Online (E-Catalogue)

Katalog online (e-catalogue) adalah salah satu cara pemasaran ampuh untuk mempromosikan produk jualan Anda. Katalog online berisi foto produk dan segala informasinya yang kemudian didesain sedemikian rupa agar pelanggan tertarik dengan apa yang Anda jual dalam sekali melihat.

Dulu, katalog memang dibuat dengan menggunakan lembaran kertas, buku kecil, atau poster kecil yang kemudian disebarkan ke orang-orang sekitar. Namun, di era sekarang ini katalog sudah seharusnya juga bisa disampaikan secara online agar menjangkau pasar yang lebih luas. Lantas, selain dalam bentuk penyajian, apa bedanya katalog online dari katalog biasa?


Beda Katalog Online dengan Katalog Biasa

Katalog online (e-catalogue) sangat jauh berbeda dari katalog biasa. Mulai dari bentuk hingga cara penyampaiannya pun sudah jelas terlihat tak sama. Berikut beberapa perbedaan katalog online dan katalog biasa.

1. Katalog online (e-catalogue) tidak dicetak seperti katalog biasa

Katalog biasa umumnya dicetak secara fisik untuk kemudian disebarluaskan ke orang-orang sebagai wujud promosi. Katalog tersebut dicetak dalam berbagai bentuk dan ukuran, seperti pamflet, poster, buku kecil, dan sebagainya.

Sementara itu, katalog online tidak perlu dicetak karena penyebarannya dilakukan di ranah internet. Katalog online ini bisa langsung ditujukan ke pelanggan tanpa Anda perlu menghampiri mereka terlebih dahulu. Semua bisa dilakuan secara digital.

2. Katalog biasa lebih sering tidak tepat sasaran

Katalog biasa yang sudah dicetak akan dibagikan secara masif di area ramai. Meski bisa berjalan ke berbagai tempat, tetap saja penyebaran katalog ini tidak selalu tepat sasaran. Alih-alih menyebar dengan masif, bisa jadi orang-orang yang menerima katalog tersebut justru akan mengabaikan dan bahkan membuang katalog yang sudah susah payah dicetak.

Hal tersebut berbeda dari katalog online yang bisa dikatakan lebih baik dalam masalah promosi. Katalog online dapat langsung ditujukan ke target pasar utama dari produk yang dipromosikan. Karenanya, hasil katalog online tidak akan terbuang sia-sia karena orang yang menerimanya sudah benar-benar ditargetkan untuk menjadi calon pelanggan.

3. Katalog perlu biaya besar, sementara katalog online jauh lebih hemat

Khusus perbedaan satu ini memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Katalog memerlukan bahan kertas, tinta, hingga cetakan yang sempurna untuk bisa diproduksi dengan baik. Belum lagi membayar karyawan produksi khusus hanya untuk mencetak katalog, pasti akan menghabiskan banyak dana bisnis. Tak hanya masalah dana, waktu yang diperlukan pun cukup panjang, mulai dari desain hingga ke penyebaran.

Sementara itu, katalog online hanya perlu dilakukan oleh tim kreatif yang umumnya terdiri dari desainer, copywriter, dan fotografer. Semuanya bisa langsung bergerak membuat katalog online dan diolah sedemikian rupa tanpa perlu membayar uang lebih untuk mencetak hasilnya. Katalog online bisa langsung dipakai dan disebar secara masif, namun terstruktur, melalui internet. 


Keuntungan Membuat Katalog Online bagi Bisnis

Melihat dari definisi di atas, ada beberapa keuntungan menggunakan katalog online (e-catalogue) dalam bisnis. Mulai dari urusan anggaran perusahaan hingga ketertarikan konsumen, berikut beberapa keuntungan menggunakan katalog online untuk bisnis Anda.

Baca juga: Contoh Desain Daftar Menu Makanan dan Minuman untuk Restoran

1. Mudahkan pelanggan mencari produk

Katalog online (e-catalogue) memiliki berbagai keuntungan tak hanya untuk pemilik bisnis, namun juga pelanggan. Dengan katalog online, pelanggan akan lebih mudah mencari produk yang mereka inginkan. Pelanggan bisa langsung menemukan informasi lengkap terkait produk incarannya cukup dengan handphone dan tak perlu repot untuk datang ke toko terlebih dahulu.

2. Bisa sekaligus menjadi inventarisasi

Jangan salah, membuat katalog online justru akan memudahkan pemilik bisnis mengategorikan produknya. Dengan adanya katalog online (e-catalogue), pemilik bisnis bisa merapikan data dari produk yang ia jual. Seluruh barang jadi bisa tercatat dengan rapi tanpa Anda perlu mengeceknya di gudang setiap waktu.

3. Minimalkan risiko salah harga

Mencetak katalog fisik membutuhkan tenaga manusia. Bisa saja tanpa diketahui, pihak pencetak salah melakukan cetakan harga atau bahkan dengan sengaja menambahkan harga barang untuk keuntungan pribadi. Hal ini tentu dapat sangat merugikan bisnis. Nah, katalog online menggunakan media digital sehingga seluruh proses pembuatan hingga menuju konsumen bersifat transparan. Kesalahan pencatatan harga juga bisa langsung dibenahi tanpa perlu repot mencetak ulang.

4. Lebih ramah lingkungan

Katalog online (e-catalogue) menggunakan media digital sebagai bahan utama penyampaiannya ke konsumen. Oleh sebab itu, media ini sangatlah ramah lingkungan. Pasalnya, tidak perlu ada kertas yang dicetak sia-sia untuk melakukan promosi, terutama yang bersifat jangka pendek.

Umumnya, katalog biasa memerlukan bahan baku seperti kertas, plastik, tinta, dan sebagainya. Belum lagi mesin yang digunakan untuk produksi, kemungkinan besar menggunakan listrik atau bahan bakar yang berlimpah. Hal ini beda jauh dari katalog online yang hanya memerlukan beberapa pekerja dengan kemampuan yang tepat, tanpa perlu mengeluarkan dana untuk bahan baku cetakan.

5. Bisnis jadi lebih efisien

Katalog online membuat Anda dan tim bisa bekerja lebih mudah dan efisien. Seluruh keterangan produk dari harga hingga cara pemesanan sudah lengkap tertera di dalam katalog. Karyawan pun tidak perlu sering bersiaga menghadapi konsumen yang bertanya sehingga bisa fokus melakukan produksi. Katalog yang tidak dicetak dengan kertas juga membuat media ini menghemat anggaran perusahaan.

Aplikasi kasir-1


Cara Membuat Katalog Online yang Menarik

Membaca segala keuntungan di atas, katalog online jadi salah satu media promosi yang sangat tepat di era sekarang. Apalagi di pasar jual-beli online yang sudah semakin ramai pengguna, katalog online lebih tepat digunakan pemilik bisnis untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Namun, jangan sembarangan dalam mendesainnya, berikut beberapa cara membuat katalog online yang efektif dan mampu menarik pelanggan.

1. Sesuaikan dengan target pasar

Sebelum membuat katalog online (e-catalogue), tentukan dulu target pasar yang diincar. Tentukan berdasarkan usia, profesi, hobi, dan hal-hal yang relevan dengan mereka. Jika sudah mendapatkan target pasar, barulah buat desain yang sesaui dengan ketertarikan mereka. Gunakan gambar dan referensi yang bisa membuat calon konsumen tersebut langsung jatuh hati pada produk Anda.

2. Perbanyak visual produk

Katalog online berfokus pada foto produk. Jadi, fokuslah menggunakan visual sebagai senjata untuk menarik pelanggan. Perbanyak visual dari produk yang dipromosikan. Pastikan visualnya juga jernih dan penuh estetika. Buatlah foto produk menjadi lebih hidup dengan menggunakan model atau menunjukkan cara penggunaannya. 

Sebagai contoh, produk pakaian akan lebih baik difoto bersama dengan model yang mengenakan pakaian tersebut. Sedangkan untuk makanan, salah satu caranya bisa difoto secara lebih close up untuk menggugah selera konsumen. Agar foto terlihat jelas, pastikan pencahayaannya terang. Anda bisa menggunakan pencahayaan alami dari sinar matahari atau menggunakan lighting tambahan.

3. Jangan lupa cantumkan harga

Meski perlu memperbanyak unsur visual dalam katalog online, jangan sampai lupa untuk mencantumkan harga produk yang dipromosikan. Tuliskan harga produk di katalog online tersebut secara akurat. Pelanggan akan lebih senang dengan katalog yang sudah menunjukkan harga barang karena mereka tidak perlu bertanya-tanya soal kisaran harga barang yang tak pasti.

4. Sertakan deskripsi produk yang jelas

Katalog online (e-catalogue) harus berisi deskripsi produk yang jelas. Tuliskan bahan, kelebihan, penggunaan, dan beberapa informasi penting lainnyaterkait produk dalam katalog tersebut. Semakin jelas sebuah katalog, pelanggan pun akan akan merasa lebih percaya dengan barang yang Anda promosikan. 

Meski harus menyertakan deskripsi produk, janganlah dibuat terlalu panjang. Pastikan deskripsi yang dicantumkan tidak bertele-tele agar tidak memenuhi katalog. Jangan lupa juga untuk menempatkan identitas brand Anda pada katalog. Tempatkan logo, alamat website, dan nama bisnis Anda agar pelanggan ingat dengan brand yang Anda miliki.

5. Pilih desain katalog online dengan cermat

Jangan sembarangan mendesain katalog. Cermati segala aspek katalog online agar promosi menjadi lebih efisien dan tepat sasaran. Utamakan desain katalog yang sesuai dengan brand. Pilihlah warna utama yang selaras dengan foto yang sudah diambil. 

Utamakan unsur estetika dalam poin ini. Jangan sampai pelanggan tak tertarik melihat katalog online yang sudah susah-susah Anda buat. Pastikan juga katalog online (e-catalogue) yang Anda buat bersifat userfriendly atau memiliki sistem navigasi yang mudah untuk digunakan.

6. Perhitungkan jangka waktu pemakaian

Membuat katalog online harus memperhatikan jangka waktu penggunaannya. Meski lebih efisien dari katalog biasa, pembuatan katalog online juga memerlukan tenaga, waktu, dan biaya. Jadi, usahakan membuat katalog online yang bisa digunakan dalam jangka waktu panjang. 

Katalog online memang bisa digunakan untuk momen-momen tertentu. Namun, tidak ada salahnya untuk membuat katalog yang bisa digunakan kapan pun selama produk masih belum berubah. Kalaupun harus melakukan perubahan karena mungkin adanya promosi tertentu, maka perubahan yang dilakukan tidak terlalu besar dan memakan terlalu banyak dana.

7. Tak ada salahnya gunakan tools

Membuat katalog online memang membutuhkan banyak tenaga. Oleh karena itu, tak ada salahnya jika Anda menggunakan tools yang sudah ada untuk memudahkan membuat katalog online. Gunakanlah software digital yang memang dikhususkan untuk membuat katalog online. Sekarang ini sudah banyak sekali tools yang bisa dipakai untuk membuat katalog online. Akseslah beberapa website yang sudah menyediakan template atau alat-alat yang mempermudah pembuatan. 

Ikuti seluruh langkah di dalamnya dan buatlah katalog online yang menarik untuk pelanggan. Dengan software tersebut, katalog juga sudah bisa disimpan dengan format PDF. Beberapa tools yang bisa digunakan untuk membuat katalog online adalah FlipHTML5, AnyFlip, Publitas, Flipsnack dan sebagainya.

Setelah membuat katalog online melalui tools tersebut, Anda bisa langsung menuju GoStore melalui back office Moka POS untuk membuat website toko online agar menyempurnakan promosi bisnis Anda.

GoStore adalah layanan baru dari Gojek yang dikhususkan untuk membantu para dalam untuk membuat website toko online secara mudah dan efisien. Katalog online yang sudah jadi bisa juga langsung ditempatkan di toko online yang sudah Anda buat melalui GoStore, sehingga konsumen dapat mengakses katalog Anda dengan mudah.

8. Buat pengelompokan yang jelas

Pastikan katalog online Anda tertata rapi. Kategorikan produk berdasarkan beberapa hal, seperti alfabet, fungsi, jenis, atau merek. Hal ini diperlukan agar pelanggan lebih mudah mencari produk yang mereka butuhkan. Di sisi lain, Anda sebagai pemilik bisnis juga bisa lebih mudah mendata produk-produk Anda melalui katalog online.

9. Selalu cantumkan call to action

Ini adalah salah satu unsur yang paling penting dala katalog online (e-catalogue). Anda tak bisa membuat desain katalog yang hanya bagus, lalu langsung menyerahkannya ke konsumen. Perlu ada sebuah tindakan agar konsumen terdorong untuk membeli barang Anda. 

Di sinilah call to action berperan. Pada dasarnya, call to action adalah kalimat untuk meminta pelanggan melakukan suatu tindakan, seperti “Segera kunjungi website kami untuk melakukan pembelian!” atau “Follow media sosial kami agar tidak ketinggalan update terbaru!”

Karena itu, dalam katalog Anda juga mencantumkan informasi perusahaan seperti nomor telepon, alamat, media sosial, dan link marketplace agar konsumen bisa lebih mudah berinteraksi dan menjangkau produk Anda.

Baca juga: Cara Desain Menu Makanan untuk Tingkatkan Profit Bisnis Kuliner


Contoh Desain Menu Makanan Simple

Katalog online memang sangat penting untuk mempromosikan produk yang Anda miliki. Selain menampilkan produk yang dijual di toko online, katalog online juga bisa dimanfaatkan dalam bisnis kuliner. Dalam bisnis kuliner, wujud katalog online yang paling sering digunakan berupa menu makanan virtual. Berikut salah satu contoh desain menu makanan simpel.

katalog online (e-catalogue)

Menu makanan yang sudah dibuat di atas terlihat sangat simpel nan sederhana, bukan? Namun, nyatanya katalog online berupa menu tersebut sudah memenuhi seluruh aspek yang dibutuhkan. Perhatikanlah bagian menu tiap makanan atau minuman, semuanya sudah diberi deskripsi produk yang sangat lengkap tanpa bertele-tele. 

Bahkan harganya langsung dicantumkan dengan jelas sehingga pembeli tak perlu bingung menerka-nerka. Tak lupa, logo restoran dan identitas brand ditampilkan dengan baik di sini. Call to action yang digunakan dalam menu ini adalah penempatan seluruh media sosial restoran dan website yang bisa dikunjungi, sehingga pelanggan bisa langsung mengunjungi akun tersebut.


Contoh Katalog Makanan Online yang Mudah Dibuat oleh Pemula

Jika yang di atas merupakan contoh menu makanan sederhana, kali ini adalah contoh katalog makanan online yang dibuat oleh pemula. Katalog menu ini dibuat dengan mengikuti beberapa langkah untuk memenuhi segala aspek yang sudah dijelaskan. Menu berikut tergolong mudah dibuat, bahkan oleh pemula sekalipun. Berikut contohnya.

katalog online (e-catalogue) 1

Perhatikan contoh katalog online (e-catalogue) di atas yang berupa menu makanan restoran. Menu tersebut sudah memuat seluruh aspek yang diperlukan dalam katalog online. Nama makanan, brand, dan deskripsi rasa dari makanan yang ditonjolkan langsung dipajang secara jelas. Menu tersebut langsung mencantumkan harga dari tiap makanan, kemudian juga deskripsi tiap makanan secara ringkas. 

Tak lupa logo restoran atau toko yang menjual produk tersebut dicantumkan beserta kontak nomor, alamat, dan website-nya agar pelanggan tahu di mana mereka bisa membeli produk tersebut. Hal menarik lainnya adalah pemilihan warnanya yang sesuai dengan nilai brand dan foto produk. Hal ini membuat nilai estetika dalam katalog online ini sangat tinggi sehingga pembeli dijamin langsung tertarik.


Itu dia penjelasan lengkap tentang apa itu katalog online (e-catalogue), lengkap beserta cara membuat dan contohnya. Semoga setelah ini Anda bisa langsung membuat katalog online sendiri untuk mengisi website bisnis. Tak perlu khawatir, kini Anda bisa buat website toko online dengan mudah melalui GoStore yang dapat diakses melalui back office Moka POS. 

GoStore adalah plaform terbaru dari Gojek yang menyediakan layanan pembuatan website toko online dengan fitur lengkap untuk dimanfaatkan seluruh pelaku usaha. Oleh sebab itu, bagi yang memulai bisnis secara online, Anda bisa langsung menuju GoStore untuk membuat website toko online. Anda hanya perlu menyelesaikan pengaturan dan melengkapi data yang dibutuhkan untuk membuat website ini. Dalam hitungan menit, website pun langsung jadi. Yuk, kembangkan bisnis bersama GoStore!

Social Media Share :
Yovita

Yovita

Penulis di Blog Moka.