Moka Logo
Pentingnya Memisahkan Uang Pribadi dengan Uang Usaha

Tips Bisnis

Pentingnya Memisahkan Uang Pribadi dengan Uang Usaha

2 min
MikyMiky

Banyak para pemilik usaha yang masih mencampur uang pribadinya dengan uang usaha. Hal ini tentunya bisa berdampak buruk bukan hanya untuk diri Anda sendiri tapi untuk usaha Anda. Salah satu dampaknya adalah Anda tidak bisa melakukan pembukuan dengan benar karena tidak ada alur yang jelas mengenai ke mana uang masuk atau keluar.

Hal lain yang perlu jadi pertimbangan adalah Anda jadi tidak bisa menilai apakah usaha yang Anda jalani untung atau merugi. Coba bayangkan jika setiap kamu mendapatkan untung, kamu langsung menggunakannya. Tentu jadi sulit bukan mengatur keuangan untuk usaha Anda?

Untuk menghindari hal ini, berikut tips yang bisa Anda lakukan.

1. Buat dua rekening bank yang berbeda

(Sumber: Transaction Pro for QuickBooks)

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan Anda memiliki satu rekening bank untuk keuangan pribadi Anda dan satu lagi untuk usaha Anda. Dengan begini, pemasukan serta pengeluaran untuk keperluan pribadi maupun keperluan usaha Anda tidak akan terganggu satu sama lain. Sehingga di akhir, Anda dapat mengetahui apakah usaha yang Anda jalani selama ini menguntungkan atau tidak.

Baca Juga: 5 Langkah Menciptakan Anggaran Bisnis Lebih Baik

2. Buat pembukuan dengan baik

(Sumber: Siapbisnis)

Sekarang, Anda mulai bisa mengelola usaha dengan lebih baik karena uang modal tidak tercampur dengan uang pribadi. Selanjutnya adalah bagaimana mengatur keuangan usaha Anda dengan pembukuan yang baik. Misalnya dengan mencatat pengeluaran rutin usaha Anda serta pendapatan yang diperoleh dari tiap transaksi. Jangan lupa juga menyimpan nota pembelajaan atau tagihan yang kamu terima.

3. Sering-seringlah melakukan evaluasi

(Sumber: Blog Jejualan)

Dengan aliran dana usaha Anda yang mulai berjalan dengan rapi, diharapkan pengelolaan usaha Anda juga semakin baik. Setelahnya, Anda harus secara rutin melakukan evaluasi keuangan, misalnya seminggu sekali.

Gunanya adalah untuk mengetahui pergerakan modal yang Anda miliki dan melihat berapa keuntungan yang Anda peroleh. Jika Anda mencatatnya dengan baik dan rapi, Anda bisa mengevaluasi sektor mana yang bisa dioptimasi. Sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Baca Juga: Tips Rahasia Sukses Mengelola Keuangan untuk UKM

4. Mengalosikan keuntungan

(Sumber: SolusiUKM)

Satu hal yang perlu Anda pahami, keuntungan yang Anda dapat bukanlah pendapatan Anda. Karena pada dasarnya keuntungan yang Anda dapat bisa digunakan mengembangkan usaha. Jadi, keuntungan tersebut bisa diputar menjadi modal tambahan usaha Anda.

Namun, Anda juga tentunya ingin merasakan sendiri keuntungan yang diperoleh. Cara yang tepat adalah dengan mengalokasikan keuntungan yang didapat sejak awal. Persentasenya pun berbeda-beda. Misalnya dari 100% keuntungan yang didapat, Anda membaginya seperti ini:

●20% untuk cicilan utang
●40% untuk tambahan modal
●30% untuk kepentingan Anda pribadi
●10% sebagai investasi atau tabungan pribadi

Dengan demikian, setiap bulannya Anda sudah tahu berapa persenan yang bisa Anda sisihkan untuk keperluan usaha dan seberapa banyak untuk keperluan pribadi.

Social Media Share :
Miky

Miky

Penulis di Blog Moka