Moka Logo
Hejo Hejo, Cendol Tradisional dengan Konsep Kekinian untuk Semua Usia

Cerita Sukses

Hejo Hejo, Cendol Tradisional dengan Konsep Kekinian untuk Semua Usia

3 min
MikyMiky

Cendol, siapa yang tidak kenal minuman tradisional khas Sunda yang terbuat dari tepung besar dan disajikan dengan parutan es serta gula merah cair dan santan ini cocok dinikmati di cuaca yang panas.

Minuman jelly khas Indonesia berwarna hijau ini mungkin sudah jarang ditemukan karena tergerus oleh jajanan viral yang banyak dijual. Agar jajanan ini dapat dinikmati kembali oleh banyak orang, Gustav mendirikan Hejo Hejo untuk melestarikan cendol pada tahun 2014. Ia sendiri berani membuka usaha makanan dengan menu tradisional dibandingkan menu kekinian karena menurutnya, menu yang viral merupakan bisnis yang seasonal dan kadang tidak bertahan lama. Berbeda dengan usaha yang menggunakan produk tradisional yang sudah terbukti rasanya dan memang masih dicari oleh banyak orang kapanpun dan di manapun. Ia menambahkan bahwa dengan bisnis cendolnya ini, secara tidak langsung menunjukkan rasa nasionalismenya terhadap Indonesia.

Tidak hanya itu, alasan ia menjadikan cendol sebagai produk bisnisnya adalah karena ia ingin merubah stigma jajanan pinggiran yang kurang higienis. “Kebanyakan orang kan sekarang sedikit takut kalau beli makanan di pinggir jalan dengan alasan kebersihannya, Belum lagi saat ini maraknya isu-isu makanan yang terbuat dari bahan berbahaya seperti formalin dan borax. Isu seperti ingin menjalankan hidup yang sehat juga tak luput. Nah dengan Hejo Hejo ini, saya ingin menyajikan makanana tradisional yang kekinian dengan konsep yang bersih, bagus dan bahan-bahan berkualitas yang memperhatikan kesehatan tentunya sehingga masyarakat mau menikmati makanan tradisional atau jajanan pinggiran lagi,” jelas Gustav.

Tidak hanya itu, agar produknya bisa dinikmati dengan mudah oleh masyarakat, ia pun memilih membangun bisnisnya dengan konsep Master Franchise. “Kalau ditanya mengapa memilih Master Franchise,  itu karena menurut saya itu merupakan cara tercepat untuk mengenalkan ide tentang cendol kekinian dan agar masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan minuman tersebut,” kata Gustav. Dengan konsep bisnis seperti itu, kini ia telah memiliki 40 cabang yang tersebar di daerah Jakarta dan Kupang.

Dengan ide bisnis kekinian dan konsep bisnis seperti itu, terbukti Gustav bisa menjual 300-400 gelas cendol per harinya. Bahkan saat sedang ramai atau ketika mengadakan promo, ia bisa menjual sampai dengan 1000 gelas cendol per hari. Cendol yang paling digemari oleh pelanggannya sendiri adalah Original Almond Cendol yang menyehatkan karena cendolnya ia buat dengan rumput laut dan santannya ia ganti dengan susu almond yang lebih bergizi. “Cendol almond sendiri merupakan produk best-selling kita dan rata penjualannya bisa sampai 65-75% perhari”.

Tidak hanya melakukan inovasi terhadap menu tradisional, agar bisnis yang dijalankan sukses dan berkembang pesat, Gustav juga menggunakan teknologi kekinian. Teknologi dirasanya tidak hanya dapat memudahkannya dalam menjalankan aktivitas operasional tetapi juga membantunya dalam menerapkan strategi marketing. Misalnya saja, aplikasi kasir Moka yang ia gunakan karena dapat mempersingkat waktunya dalam menyusun laporan penjualan. Analisa yang dihadirkan juga dapat membantunya dalam menentukan strategi marketing yang akan ia terapkan dibisnisnya.

Selain aplikasi kasir, ia juga menghadirkan pembayaran digital ditempatnya yaitu pembayaran OVO yang sudah terintegrasi dengan Moka. Ditanya mengenai mengapa tertarik menghadirkan pembayaran digital padahal cashless society di Indonesia tidak sebanyak negara lain, ia menjawab “teknologi pembayaran digital menurut saya merupakan teknologi yang diprediksi akan banyak digunakan di masa depan. Mendapatkan peluang untuk menggunakan teknologi ini, kenapa saya tidak manfaatkan saja. Tidak hanya itu, dengan mengadopsi teknologi ini, saya secara tidak langsing juga membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat untuk melakukan transaksi secara digital.”

Dengan inovasi produk dan penggunaan teknologi yang diterapkan pada bisnis ini, Hejo Hejo mampu berkembang pesat dalam memasarkan bisnisnya. Bahkan beberapa bulan lagi, Hejo Hejo akan merambah bisnisnya di pasar Internasional dengan membuka 4 outlet di Myanmar, Filipina, Singapura dan Belanda. Misinya ketika go International diharapkan oleh Gustav bahwa hidangan tradisonal cendol ini bisa dinikmati oleh kalangan global.

Bagi Anda yang ingin bisnisnya sukses seperti yang dialami oleh Gustav dengan Hejo Hejo, ia memiliki tips berbisnis yang ia terapkan, “tips bisnis menurut saya bisa berasal dari mana saja dan keefektifannya bergantung pada bisnis Anda. Apapun tips bisnisnya, yang terpenting Anda memiliki 3 prinsip dasar, yaitu sabar, selalu berpikir positif dan tidak pernah menyerah. Jika Anda memegang teguh 3 prinsip dasar tersebut, apapun yang Anda lakukan pasti bisa diwujudkan.”

 

Social Media Share :
Miky

Miky

Penulis di Blog Moka